Dahulu kala di suatu desa kecil di India, seorang petani yang sangat miskin mempunyai hutang yang sangat besar kepada rentenir di desa tersebut.
Rentenir itu, udah tua, bangkotan, eee…. malah tertarik pada putrinya pak tani yang cakep itu.
Kemudian si rentenir tersebut mengajukan penawaran, dia akan melupakan hutang2 petani tersebut jika dia dapat menikahi putrinya.
Sang petani dan putrinya pun bingung dengan tawaran tersebut, kayaknya mereka nggak setuju.
Melihat gelagat seperti itu Si rentenir mengajukan tawaran lagi untuk membuat keputusan.
Dia mengatakan bahwa dia akan meletakkan keping hitam dan keping putih di dalam kantong kosong kemudian sang putri petani diharuskan untuk mengambil satu keping dari kantong tersebut.
1. Jika sang putri mendapatkan keping hitam, maka dia akan menjadi istri rentenir tersebut dan hutang2 petani tersebut lunas.
2. Jika sang putri mendapatkan keping putih, maka rentenir tersebut tidak akan menikahi sang putri dan hutang2 petani tersebut lunas.
3. Jika sang putri menolak mengambil keping, sang petani akan dipenjara.
Berada di halaman petani yang banyak terdapat kepingang - kepingan, si rentenir mengambil 2 keping.
Ketika mengambil, mata sang putri yang tajam melihat bahwa keping yang dimasukkan kedalam kantong keduanya berwarna hitam.
Kemudian rentenir itu menyuruh sang putri mengambil keping tersebut di dalam kantong.
Sekarang bayangkan anda ada di sana, apa yang kamu lakukan jika anda sebagai putri tersebut?
Jika anda harus menolong sang putri, apa yang harus kau lakukan kepada sang putri?
Melihat hal seperti itu ada 3 kemungkinan :
1. Sang putri menolak untuk mengambil kepingan
2. Sang putri menunjukkan bahwa yang di dalam kantong tersebut keduanya adalah berwarna hitam serta mengungkap bahwa rentenir tersebut curang
3. Sang putri mengambil keping hitam dan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan ayahnya dari hutang-hutang dan penjara.
Sekarang pertimbangkan cerita di atas.
Pengalaman ini digunakan untuk membedakan pemikiran logika dan lateral thinking.
Dilema sang putri tidak dapat diselesaikan dengan logika awam.
Pikirkan cara lain jika sang putri tidak memilih pilihan yang diberikan kepadanya.
Apa yang akan anda tawarkan kepadanya ?
Jangan melihat jawaban di bawah sebelum anda memikirkan cara lain sebagai saran kepada sang putri, pikirkan 5 menit saja….
Baik, begini caranya. sang putri memasukkan tangannya kedalam kantong dan mengambil satu keping tersebut.
Tanpa melihat keping tersebut, secara sengaja menjatuhkan (setengah melempar) keping tersebut ke halaman dan bercampur dengan keping - keping yang lain di halaman.
“Oh, betapa bodohnya aku” kata sang putri
“tapi, anda gak usah khawatir, jika tuan melihat sisa kepingan di dalam kantong, maka tuan akan mengetahui keping mana yang saya ambil”.
Dengan begitu, sisa yang ada di dalam kantong adalah keping berwarna hitam sehingga diasumsikan bahwa sang putri telah mengambil keping yang berwarna putih.
Sejak rentenir berani menyatakan untuk tidak jujur, sang putri mengubah dari keadaan yang kelihatannya mustahil menjadi keadaan yang sangat menguntungkan.
Inti dari cerita ini adalah :
Semua permasalahan yang kompleks mempunyai jalan keluar, yang anda butuhkan hanya melebarkan pemikiran anda.
Jika logika anda tidak bisa bekerja, berusahalah dengan lateral thinking.
Lateral thinking sangat kreatif. mudah dikerjakan tiap hari.
“Rahasia untuk sukses adalah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain”
Showing posts with label kejujuran. Show all posts
Showing posts with label kejujuran. Show all posts
Monday, May 25, 2009
Friday, May 15, 2009
Kejujuran dan Kebebasan
Pada suatu waktu,di sebuah kota besar tinggal yatim piatu bernama hirosi ia di besar kan di jalanan,di mana para pencuri mengajarinya mencuri, hirosi anak pandai..dan dengan berjalan nya waktu ia tumbuh menjadi berani dia tidak pernah tertangkap
Kemudian hirosi jatuh cinta kepada keiko,yang juga mencintainya..dia menceritakan jalan hidup nya kepada keiko.
dan keiko berkata”Aku MENCINTAIMU” tetapi aku tidak akan menikah sampai kamu menjadi orang bener,jujur,tidak mencuri ,menipu,ato melukai siapa pun
“aku janji,”kata hirosi tetapi lebih dr segalanya ia ingin memberi cincin kepada keiko,
“ini ada lah benda terakhir yg akan aq curi”janjinya diam2,tetapi malam itu ia tertangkap dan masuk ke penjara
hirosi duduk di sel nya melamunkan keiko yg di kasihinya dan bagaimana dia mengecewakan keiko,ia bersumpah bila ia bebas ia akan jadi orang jujur…
ia harus melarikan diri tetapi penjaga sangat ketat,tembok sangat tinggi,dan lusinan penjaga yg menunggu di atas menara!!.
hirosi nyaris membuang harapan untuk bisa bebas sampai suatu hari..ia menggigit buah PEACH…yg di berikan padanya untuk makan siang,rasa buah ini mengingat kan kepada ciuman kekasihnya,dan hatinya nyaris hancur….kemudian dia menemukan gagasan hebat..
Kemudian hirosi jatuh cinta kepada keiko,yang juga mencintainya..dia menceritakan jalan hidup nya kepada keiko.
dan keiko berkata”Aku MENCINTAIMU” tetapi aku tidak akan menikah sampai kamu menjadi orang bener,jujur,tidak mencuri ,menipu,ato melukai siapa pun
“aku janji,”kata hirosi tetapi lebih dr segalanya ia ingin memberi cincin kepada keiko,
“ini ada lah benda terakhir yg akan aq curi”janjinya diam2,tetapi malam itu ia tertangkap dan masuk ke penjara
hirosi duduk di sel nya melamunkan keiko yg di kasihinya dan bagaimana dia mengecewakan keiko,ia bersumpah bila ia bebas ia akan jadi orang jujur…
ia harus melarikan diri tetapi penjaga sangat ketat,tembok sangat tinggi,dan lusinan penjaga yg menunggu di atas menara!!.
hirosi nyaris membuang harapan untuk bisa bebas sampai suatu hari..ia menggigit buah PEACH…yg di berikan padanya untuk makan siang,rasa buah ini mengingat kan kepada ciuman kekasihnya,dan hatinya nyaris hancur….kemudian dia menemukan gagasan hebat..
Kejujuran dan Kebebasan
Pada suatu waktu,di sebuah kota besar tinggal yatim piatu bernama hirosi ia di besar kan di jalanan,di mana para pencuri mengajarinya mencuri, hirosi anak pandai..dan dengan berjalan nya waktu ia tumbuh menjadi berani dia tidak pernah tertangkap
Kemudian hirosi jatuh cinta kepada keiko,yang juga mencintainya..dia menceritakan jalan hidup nya kepada keiko.
dan keiko berkata"AQ MENCINTAIMU" tetapi aq tidak akan menikah sampai kamu menjadi orang bener,jujur,tidak mencuri ,menipu,ato melukai siapa pun
"aq janji,"kata hirosi tetapi lebih dr segalanya ia ingin memberi cincin kepada keiko,
"ini ada lah benda terakhir yg akan aq curi"janjinya diam2,tetapi malam itu ia tertangkap dan masuk ke penjara
hirosi duduk di sel nya melamunkan keiko yg di kasihinya dan bagaimana dia mengecewakan keiko,ia bersumpah bila ia bebas ia akan jadi orang jujur...
ia harus melarikan diri tetapi penjaga sangat ketat,tembok sangat tinggi,dan lusinan penjaga yg menunggu di atas menara!!.
hirosi nyaris membuang harapan untuk bisa bebas sampai suatu hari..ia menggigit buah PEACH...yg di berikan padanya untuk makan siang,rasa buah ini mengingat kan kepada ciuman kekasihnya,dan hatinya nyaris hancur....kemudian dia menemukan gagasan hebat..
hirosi membungkus biji peach tersebut dan memanggil penjaga....."BAWA AQ KEPADA KAISAR"
aq mempunyai hadiah penting baginya.
para penjaga tertawa"KAISAR TIDAK MEMBUTUHKAN HADIAH DR ORANG SEPERTI KAMU"!
tetapi,10,20,30 kali sehari ,hirosi meminta bertemu kaisar.....kadang2 ia tegas kepada penjaga...kadang2 ia memohon kepada penjaga...kadang2 ia berteriak marah..."KALO KAISAR TAU ,KAMU MENGHALANGI HADIAHNYA,KAMU AKAN KEHILANGAN KEPALA MU!!!!'
AKHIRNYA PENJAGA TIDAK TAHAN LAGI MENDENGAR SUARANYA.....mereka mengiringnya ke istana.....ketika ia berdiri di depan kaisar hirosi membungkuk hormat...dan menyerah kan biji peach yg di bungkus.
ketika kaisar membuka nya...ia sangat marah..."beraninya kamu menghina ku!"...ia berpaling.."BAWA DIA KEPENJARA UNTUK SELAMANYA"
tetapi HIROSI tetap bertahan dan berkata.."ini peach ajaib..akan keluar emas murni bila di tanam"
kaisar semakin marah..."PEMBOHONG..jika memang benar kamu coba tanam sendiri..!"bentaknya
"ah tetapi aq tidak bisa...orang yg memberi bijiq ini mengatakan..bahwa ia akan menghasil kan buah emas bila di tanam oleh orang yg sangat jujur...jika tidak ia akan tumbuh sebagai pohon biasa...tdnya aq ingin menanam untuk diberikan kepada kekasih ku yg seperti emas murni..yg mengalir...tp aq berpikir tidak ada orang yg jujur selain kaisar kami...."
kaisar menarik nafas dalam2.pada dasarnya ia orang yg jujur..tp pernah menipu dan berbohong untuk menjadi kepala negara..ia duduk dan berpikir,..kebohongan lain yag pernah di lakukan..."aq pernah berbuat curang di sekolah, berikan bijiq ini kepada perdana menteri.."
semua orang berpaling kepada perdana menteri...tetapi pria ini tidak sanggup menatap mereka....ia telah menyuap kaisar untuk mendapatkan kedudukannya..pohonnya akan menghasilkan buah peach yg biasa..dan semua orang akan tau kebohongannya...ia membungkuk untuk tampil rendah hati dan berkata.JENDERAL LAH YG PANTAS MENERIMA INI"
pria yg memimpin pasukan kita dan mendapat penghargaan terbesar
wajah sang jenderal memerah....karna ia juga tidak murni.ia pernah membunuh seseorang pria tidak bersenjata di medan perang meskipun pria tersebut tidak berbuat apa2 kepadanya..
"aq bukan orang yg tepat yg mulia tidak ada yg lebih pantas selain hakim kita...yg memberi keadilan kepada semua orang"
hakim memandang ke lantai ia mengingat saat2 ketika gagal mendengarkan kebenaran....ia mengingat2 saat2 ketika ia telah berbohong kepada pengadilan dan kepada rajanya sendiri "marilah kira berikan kepada pendeta kita tentu saja orang pilihan TUHAN lah yg paling layak menerima kehormatan seperti itu".
tetapi pendeta menggelengkan kepala karna ia pun tidak selalu baik..
PENOLAKAN TERUS berlanjut sampai ke penjaga kaisar berakhir....setiap orang pernah berbohong,menipu,,menerima suap,memberi suap,TIDAK SEORANG PUN YG SUNGGUH2 jujur sehingga ruangan menjasi sunyi senyap....
kaisar memandang hirosi dan tersenyum..."pria muda kamu bijaksana" katanya
"kamu telah membuktikan bahwa telah membayar banyak untuk kejahatan kecilmu..sementara semua orang berkuasa ini melakukan kejahatan tetapi bebas...pergilah jalanin hidupnya sebagai orang jujur,begitu juga kami.."
akhirnya hirosi bebas,ia memasukan bijiq peach tersebut ke kantungnya dan bergegas pulang untuk menemukan keiko...yg takjub sekaligus gembira,melihat kedatangannya yg tidak terduga...
setelah menceritakan kisahnya ,mereka tertawa dan menagis bahagia,,,,,
mereka menikah dan pada waktunya mereka memastikan untuk mewariskan bijiq peach itu kepada anak2 mereka kelak...
INTINYA: KEBEBASAN LEBIH BERHARGA DR PADA EMAS,DAN KEJUJURAN ITU SANGAT PENTING SEKALI"
Kemudian hirosi jatuh cinta kepada keiko,yang juga mencintainya..dia menceritakan jalan hidup nya kepada keiko.
dan keiko berkata"AQ MENCINTAIMU" tetapi aq tidak akan menikah sampai kamu menjadi orang bener,jujur,tidak mencuri ,menipu,ato melukai siapa pun
"aq janji,"kata hirosi tetapi lebih dr segalanya ia ingin memberi cincin kepada keiko,
"ini ada lah benda terakhir yg akan aq curi"janjinya diam2,tetapi malam itu ia tertangkap dan masuk ke penjara
hirosi duduk di sel nya melamunkan keiko yg di kasihinya dan bagaimana dia mengecewakan keiko,ia bersumpah bila ia bebas ia akan jadi orang jujur...
ia harus melarikan diri tetapi penjaga sangat ketat,tembok sangat tinggi,dan lusinan penjaga yg menunggu di atas menara!!.
hirosi nyaris membuang harapan untuk bisa bebas sampai suatu hari..ia menggigit buah PEACH...yg di berikan padanya untuk makan siang,rasa buah ini mengingat kan kepada ciuman kekasihnya,dan hatinya nyaris hancur....kemudian dia menemukan gagasan hebat..
hirosi membungkus biji peach tersebut dan memanggil penjaga....."BAWA AQ KEPADA KAISAR"
aq mempunyai hadiah penting baginya.
para penjaga tertawa"KAISAR TIDAK MEMBUTUHKAN HADIAH DR ORANG SEPERTI KAMU"!
tetapi,10,20,30 kali sehari ,hirosi meminta bertemu kaisar.....kadang2 ia tegas kepada penjaga...kadang2 ia memohon kepada penjaga...kadang2 ia berteriak marah..."KALO KAISAR TAU ,KAMU MENGHALANGI HADIAHNYA,KAMU AKAN KEHILANGAN KEPALA MU!!!!'
AKHIRNYA PENJAGA TIDAK TAHAN LAGI MENDENGAR SUARANYA.....mereka mengiringnya ke istana.....ketika ia berdiri di depan kaisar hirosi membungkuk hormat...dan menyerah kan biji peach yg di bungkus.
ketika kaisar membuka nya...ia sangat marah..."beraninya kamu menghina ku!"...ia berpaling.."BAWA DIA KEPENJARA UNTUK SELAMANYA"
tetapi HIROSI tetap bertahan dan berkata.."ini peach ajaib..akan keluar emas murni bila di tanam"
kaisar semakin marah..."PEMBOHONG..jika memang benar kamu coba tanam sendiri..!"bentaknya
"ah tetapi aq tidak bisa...orang yg memberi bijiq ini mengatakan..bahwa ia akan menghasil kan buah emas bila di tanam oleh orang yg sangat jujur...jika tidak ia akan tumbuh sebagai pohon biasa...tdnya aq ingin menanam untuk diberikan kepada kekasih ku yg seperti emas murni..yg mengalir...tp aq berpikir tidak ada orang yg jujur selain kaisar kami...."
kaisar menarik nafas dalam2.pada dasarnya ia orang yg jujur..tp pernah menipu dan berbohong untuk menjadi kepala negara..ia duduk dan berpikir,..kebohongan lain yag pernah di lakukan..."aq pernah berbuat curang di sekolah, berikan bijiq ini kepada perdana menteri.."
semua orang berpaling kepada perdana menteri...tetapi pria ini tidak sanggup menatap mereka....ia telah menyuap kaisar untuk mendapatkan kedudukannya..pohonnya akan menghasilkan buah peach yg biasa..dan semua orang akan tau kebohongannya...ia membungkuk untuk tampil rendah hati dan berkata.JENDERAL LAH YG PANTAS MENERIMA INI"
pria yg memimpin pasukan kita dan mendapat penghargaan terbesar
wajah sang jenderal memerah....karna ia juga tidak murni.ia pernah membunuh seseorang pria tidak bersenjata di medan perang meskipun pria tersebut tidak berbuat apa2 kepadanya..
"aq bukan orang yg tepat yg mulia tidak ada yg lebih pantas selain hakim kita...yg memberi keadilan kepada semua orang"
hakim memandang ke lantai ia mengingat saat2 ketika gagal mendengarkan kebenaran....ia mengingat2 saat2 ketika ia telah berbohong kepada pengadilan dan kepada rajanya sendiri "marilah kira berikan kepada pendeta kita tentu saja orang pilihan TUHAN lah yg paling layak menerima kehormatan seperti itu".
tetapi pendeta menggelengkan kepala karna ia pun tidak selalu baik..
PENOLAKAN TERUS berlanjut sampai ke penjaga kaisar berakhir....setiap orang pernah berbohong,menipu,,menerima suap,memberi suap,TIDAK SEORANG PUN YG SUNGGUH2 jujur sehingga ruangan menjasi sunyi senyap....
kaisar memandang hirosi dan tersenyum..."pria muda kamu bijaksana" katanya
"kamu telah membuktikan bahwa telah membayar banyak untuk kejahatan kecilmu..sementara semua orang berkuasa ini melakukan kejahatan tetapi bebas...pergilah jalanin hidupnya sebagai orang jujur,begitu juga kami.."
akhirnya hirosi bebas,ia memasukan bijiq peach tersebut ke kantungnya dan bergegas pulang untuk menemukan keiko...yg takjub sekaligus gembira,melihat kedatangannya yg tidak terduga...
setelah menceritakan kisahnya ,mereka tertawa dan menagis bahagia,,,,,
mereka menikah dan pada waktunya mereka memastikan untuk mewariskan bijiq peach itu kepada anak2 mereka kelak...
INTINYA: KEBEBASAN LEBIH BERHARGA DR PADA EMAS,DAN KEJUJURAN ITU SANGAT PENTING SEKALI"
Labels:
cinta,
Inspirational Stories,
kebebasan,
kejujuran,
perubahan
Monday, May 11, 2009
Menjual Keperawanan
Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.
Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.
Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.
Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang?
'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
'' Lantas untuk apa anda duduk disini?
'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam.
'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''
'' Maksud, bapak?
'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''
'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang.
Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk disini untuk sesuatu yang akan saya jual '' Kata wanita itu dengan suara lambat.
'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu disini? ''
Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.
'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''
'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam dalam kearah petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.
Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum diwajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.
Di koridor hotel itu terdapat korsi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
'' Apakah anda serius? ''
'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.
'' Berapa tarif yang anda minta? ''
'' Setinggi tingginya..' '
'' Mengapa? Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
'' Saya masih perawan ''
'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya
'' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''
'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan. Ya kan...''
'' Kalau tidak terbukti?
'' Tidak usah bayar ...''
'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.
'' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ''
'' Cobalah. ''
'' Berapa tarif yang diminta? ''
'' Setinggi tingginya. ''
'' Berapa? ''
'' Setinggi tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''
'' Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ''
Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.
Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
'' Saya ingin yang lebih tinggi...''
'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.
Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.
'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama sama butuh ... ''
'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.
'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya.
Tapi sebaiknya anda ikut saya.
Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.
Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.
Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama kesekujur tubuh wanita itu ...
'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.
'' Setinggi tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.
'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
'' Rp. 6 juta, tuan ''
'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ''
Wanita itu terdiam.
Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
'' Bagaimana? '' tanya pria itu.
''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''
'' Tentu! ''
'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''
'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.
Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
'' Kalau begitu, kamu tunggu ditempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''
Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.
'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Ripiah.
Apakah itu tidak cukup? Terdengar suara pria itu berbicara.
Wajah pria itu nampak masam seketika
'' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.
Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.
Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan diwajah pria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.
Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini. '' Dia masih perawan..''
Pria itu mendekati petugas satpam itu.
Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. '' Benarkah itu? ''
'' Benar, pak. ''
'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''
'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''
'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas.
Pria itu menyalami hangat wanita itu.
'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ...'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
'' Mari kita bicara dikamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.
Di dalam kamar ...
'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''
'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''
'' Maksud kamu? ''
'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterimakasih .... ''
'' Hanya itu ...''
'' Ya ...! ''Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani ditengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa dihadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.
'' Siapa nama kamu? ''
'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu
'' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ''
''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''
'' Ada ! Kata pria itu seketika.
'' Sebutkan! ''
'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.
Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu kerumah sakit.
Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
'' Saya tidak mengerti ...''
'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya.
Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterimakasih.
Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta.
Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terimakasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya.
Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''
'' Dan, apakah bapak ikhlas...? ''
'' Apakah uang itu kurang? ''
'' Lebih dari cukup, pak ... ''
'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''
'' Silahkan ...''
'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''
'' Siapa bilang saya berani.
Saya takut pak ...
Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya kerumah sakit dan semuanya gagal.
Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.
Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ...
Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''
'' Keyakinan apa? ''
'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Allah lah yang akan menjaga kehormatan kita ... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.
Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:
'' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''
'' Kesadaran... ''
Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.
Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.
Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang?
'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
'' Lantas untuk apa anda duduk disini?
'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam.
'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''
'' Maksud, bapak?
'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''
'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang.
Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk disini untuk sesuatu yang akan saya jual '' Kata wanita itu dengan suara lambat.
'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu disini? ''
Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.
'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''
'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam dalam kearah petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.
Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum diwajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.
Di koridor hotel itu terdapat korsi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
'' Apakah anda serius? ''
'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.
'' Berapa tarif yang anda minta? ''
'' Setinggi tingginya..' '
'' Mengapa? Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
'' Saya masih perawan ''
'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya
'' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''
'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan. Ya kan...''
'' Kalau tidak terbukti?
'' Tidak usah bayar ...''
'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.
'' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ''
'' Cobalah. ''
'' Berapa tarif yang diminta? ''
'' Setinggi tingginya. ''
'' Berapa? ''
'' Setinggi tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''
'' Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ''
Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.
Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
'' Saya ingin yang lebih tinggi...''
'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.
Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.
'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama sama butuh ... ''
'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.
'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya.
Tapi sebaiknya anda ikut saya.
Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.
Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.
Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama kesekujur tubuh wanita itu ...
'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.
'' Setinggi tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.
'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
'' Rp. 6 juta, tuan ''
'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ''
Wanita itu terdiam.
Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
'' Bagaimana? '' tanya pria itu.
''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''
'' Tentu! ''
'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''
'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.
Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
'' Kalau begitu, kamu tunggu ditempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''
Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.
'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Ripiah.
Apakah itu tidak cukup? Terdengar suara pria itu berbicara.
Wajah pria itu nampak masam seketika
'' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.
Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.
Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan diwajah pria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.
Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini. '' Dia masih perawan..''
Pria itu mendekati petugas satpam itu.
Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. '' Benarkah itu? ''
'' Benar, pak. ''
'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''
'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''
'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas.
Pria itu menyalami hangat wanita itu.
'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ...'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
'' Mari kita bicara dikamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.
Di dalam kamar ...
'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''
'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''
'' Maksud kamu? ''
'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterimakasih .... ''
'' Hanya itu ...''
'' Ya ...! ''Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani ditengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa dihadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.
'' Siapa nama kamu? ''
'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu
'' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ''
''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''
'' Ada ! Kata pria itu seketika.
'' Sebutkan! ''
'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.
Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu kerumah sakit.
Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
'' Saya tidak mengerti ...''
'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya.
Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterimakasih.
Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta.
Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terimakasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya.
Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''
'' Dan, apakah bapak ikhlas...? ''
'' Apakah uang itu kurang? ''
'' Lebih dari cukup, pak ... ''
'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''
'' Silahkan ...''
'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''
'' Siapa bilang saya berani.
Saya takut pak ...
Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya kerumah sakit dan semuanya gagal.
Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.
Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ...
Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''
'' Keyakinan apa? ''
'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Allah lah yang akan menjaga kehormatan kita ... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.
Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:
'' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''
'' Kesadaran... ''
Labels:
Inspirational Stories,
keberanian,
kehormatan,
kejujuran
Subscribe to:
Posts (Atom)